Cultural Values of the Mendhak Sanggring Tradition and Their Integration into Social Studies Learning in Indonesian Junior High Schools

Kusnul Khotimah, Wiwik Sri Utami, Katon Galih Setyawan

Abstract


The Mendhak Sanggring tradition in Tlemang Village, East Java, represents a local cultural heritage rich in spiritual, social, historical, and educational values. In the context of Indonesia’s Merdeka Curriculum, which promotes contextual and culturally responsive learning, this tradition offers significant pedagogical potential. This study aims to identify the core cultural values embedded in the Mendhak Sanggring tradition and explore their integration into Social Studies (Ilmu Pengetahuan Sosial, IPS) learning at the junior high school level. A qualitative case study approach was employed, with data collected through in-depth interviews and participatory observations at the sacred site of Ki Buyut Terik’s tomb. Data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model, involving data reduction, presentation, and conclusion drawing. The study identified six key cultural values in the Mendhak Sanggring tradition: (1) religious (spiritual devotion and ethical conduct), (2) social (mutual cooperation and solidarity), (3) cultural (heritage preservation and identity), (4) historical (local historical awareness), (5) economic (community-based microeconomy), and (6) educational (character and intergenerational learning). These values align with the learning objectives of the IPS curriculum, including cultural identity, civic engagement, historical literacy, and economic understanding. Their integration into classroom learning enhances student engagement, relevance, and character development. The findings suggest that the Mendhak Sanggring tradition can serve as an effective model for culture-based Social Studies education. Educators are encouraged to design thematic, project-based modules that connect students to their local cultural environment, fostering critical and reflective learning.


Keywords


Mendhak Sanggring tradition; local values; social studies education; merdeka curriculum; junior high school

Full Text:

PDF

References


Ardiwidjaja, R. (2016). Pelestarian warisan budaya bahari: daya tarik kapal tradisional sebagai kapal wisata. KALPATARU, 25(1), 65-74.

Arif, V., Afnan, M., Usmiyatun, U., & Lestari, C. (2023). Development of Social Studies Animation Video (S2AV) Teaching Materials on the Material "Plurality of Indonesian Society" for Junior High School Students. Assyfa Learning Journal.

Bahtiar, B. (2015). Pembelajaran Kooperatif Untuk Meningkatkan Sikap Sosial dan Pemahaman Konsep Siswa Sekolah Multietnis. JEMS: Jurnal Edukasi Matematika Dan Sains, 3(1), 1-13.

Budiharto, B., Triyono, T., & Suparman, S. (2019). Pengaruh Teknologi Pendidikan Pada Era Revolusi Industri 4.0. SEUNEUBOK LADA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sejarah, Sosial, Budaya Dan Kependidikan, 6 (2), 96–144.

Budiyono, B. (2020). Inovasi pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran di era revolusi 4.0. Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian Dan Kajian Kepustakaan Di Bidang Pendidikan, Pengajaran Dan Pembelajaran, 6(2), 300-309.

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (Eds.). (2011). The Sage handbook of qualitative research. sage.

Desyani, D., & Yadegar, R. (2024). Integrating Earth Alms Values: A New Approach to Teaching Social Sciences. Journal of Social Knowledge Education (JSKE).

Fitriani, S. (2020). Keberagaman dan Toleransi Antar Umat Beragama. Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 20(2), 179-192.

Hadi, A. (2021). Penelitian kualitatif studi fenomenologi, case study, grounded theory, etnografi, biografi. CV. Pena Persada.

Handayani, N., & Abdulkarim, A. (2024). Value learning: integrasi modal sosial bermuatan nilai kearifan lokal tradisi perang topat melalui pembelajaran IPS. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(1), 1051-1062.

Hasanah, A., Hikmayani, A. S., & Nurjanah, N. (2021). Penerapan pendekatan STEAM dalam meningkatkan kreativitas anak usia dini. Jurnal Golden Age, 5(2), 275-281.

Hasanah, L. U., & Andari, N. (2021). Tradisi lisan sebagai media pembelajaran nilai sosial dan budaya masyarakat. Jurnal Ilmiah Fonema, 4(1), 48-66.

Ilham, D. (2019). Menggagas pendidikan nilai dalam sistem pendidikan nasional. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 8(3), 109-122.

Intitsal, A. F., Muadin, A., & Zamroni, Z. (2024). Pendidikan Multikultural dalam Pengorganisasian Institusi Pendidikan. El-Idare: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 10(1), 39-48.

Jaya, H., Hambali, M., & Fakhrurrozi, F. (2023). Transformasi pendidikan: peran pendidikan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 6(4), 2416-2422.

Koentjaraningrat. (2005) Pengantar Antropologi Jakarta: PT. Rineka Cipta

Ladson-Billings, G. (1995). Toward a Theory of Culturally Relevant Pedagogy. American Educational Research Journal, 32, 465 - 491.

Lisnawati, L., Kuntari, S., & Hardiansyah, M. A. (2023). Peran Guru dalam Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Menumbuhkan Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sosiologi. As-Sabiqun, 5(6), 1677-1693.

Lusmianingtyas, I., & Sriyanto, S. (2022). Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran IPS. Proceedings Series on Social Sciences & Humanities, 3, 520-525.

Mahardika, M. D. G., & Ramadhan, F. N. (2021). Pembelajaran IPS sebagai penguat nasionalisme dalam menghadapi tantangan di era globalisasi. Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS, 6(2), 78-91.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. sage.

Nugroho, W. B., & Kamajaya, G. (2023). Sistem Moral Universal Masyarakat Desa Pegayaman di Kabupaten Buleleng, Bali: Moral Universal System Of Pegayaman Village Community In Buleleng Regency, Bali. Jurnal Sosiologi Nusantara, 9(2), 147-164.

Nurhayati, S., Musa, S., Boriboon, G., Nuraeni, R., & Putri, S. (2021). Community Learning Center efforts to improve information literacy in the community for cyber crime prevention during a pandemic. Journal of Nonformal Education, 7(1), 32-38.

Qomarrullah, R., Sokoy, F., Suratni, S., & Tammubua, M. H. (2024). Peran masyarakat adat dalam pengembangan pendidikan berbasis lingkungan sosial. Indonesian Journal of Intellectual Publication, 4(2), 1-11.

Sardiman. (2012). Interaksi dan Motivasi Belajar Siswa. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sudrajat, T., & Hasanah, A. (2020). Nilai-Nilai Pancasila Dan Peradaban Bangsa: Konsepsi Dan Implementasi Kebijakan Pendidikan Karakter. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 6(4), 857-867.

Sudrajat, S., Supardi, S., & Milhani, Y. (2020). Humanistic Learning of Social Studies at Junior High School of Budi Mulia 2 Yogyakarta Indonesia. International Journal of Education, 12, 46-58.

Sukardi, H. M. (2022). Metode penelitian pendidikan tindakan kelas: implementasi dan pengembangannya. Bumi Aksara.

Suradi, A. (2018). Pendidikan berbasis multikultural dalam pelestarian kebudayaan lokal nusantara di era globalisasi. Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam Dan Sosial, 5(1), 111-130.

Vygotsky, L., & Cole, M. (2018). Lev Vygotsky: Learning and social constructivism. Learning Theories for Early Years Practice. UK: SAGE Publications Inc, 68-73.

Widyastono, H. (2012). Muatan pendidikan holistik dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Jurnal pendidikan dan kebudayaan, 18(4), 467-476.

Wulandari, R. (2021). Upaya meningkatkan pemahaman konsep geometri ruang pada pembelajaran daring dengan model discovery learning. Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika, 1(2), 197-206.




DOI: https://doi.org/10.35445/alishlah.v17i3.7708

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Kusnul Khotimah, Wiwik Sri Utami, Katon Galih Setyawan

Al-Ishlah Jurnal Pendidikan Abstracted/Indexed by:

    

 


 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.